Puisi Sang Bunga Malang


Puisi Sang Bunga Malang
Entah takdir atau nasib
Entah kutukan atau kenyataan
Dari jauh orang melihatku bahagia
Tetapi jika mereka mendekat
Cibiran dan hinaan mulai mereka lontarkan
Kenapa harus mencibir jika mereka ingin keindahannya?
Kenapa harus berkata kasar jika jauh-jauh ingin melihatku?
Begitu tak sedapnyakah aku?
Tak seperti bunga-bunga lain
Bunga yang selalu dipakai untuk memberi pada kekasihnya
Begitu tak pantaskah aku?
Dijadikan simbol cinta atau romantis
Kenapa aku malah dijadikan simbol kegelapan dan kebusukan?
Bagaimana aku bahagia?
Haruskah aku berhenti hidup?
Mungkin setelah mati tubuh ini tak mengeluarkan wangi itu lagi
Kupejamkan mata dan mulai tidur untuk selamanya

0 Response to "Puisi Sang Bunga Malang"

Posting Komentar